Kolaborasi Bukalapak dan WEWO

Hallo!

 

Wah seneng banget akhirnya bisa di undang lagi ni sama The Urban Mama ke acaranya Bukalapak di Jakarta. Yup, Kamis tanggal  21 Februari kemarin saya bersama Ipeh berangkat pagi pagi melewati macetnya daerah ibukota. Dengan skill nyetir Ipeh yang sangat okelah pastinya, sampelah kita beberapa saat sebelum acara di mulai. Ahay!

Jujur ni, ini pertama kalinya saya mengunjungi kantor Bukalapak. Kantornya unik, di buat homey biar berasa ga ngantor yah. Hihihi. Karena kita dateng sebelum acara dimulai, jadi kami enak ni memilih tempat duduk yang kami sukai, ga lupa kami mengambil cemilan kue kue jajanan pasar dan air minum yang sudah di sediakan oleh Bukalapak. 

Setelah duduk manis sambil menikmati jajanan pasar, datanglah teh Ninit, founder nya The Urban Mama niii.

Langsung aja yuk! Acara Bukalapak kali ini berkolaborasi dengan WEWO dalam rangka memberi info ni tentang bagaimana cara mengurangi volume sampah rumah tangga di lingkungan kita.

Pastinya bakal seru ni, apalagi akan ada Duta Lingkungan Hidup juga yaitu Tasya Kamila. Penyanyi cilik yang cantik, dan sekarang Tasya sedang hamil. Wah, Congratulation ya Tasyaaa. 

Trash to Treasure

Bukalapak sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di Indonesia menaruh perhatian terhadap keberlanjutan lingkungan. Bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional pada tanggal 21 Februari, Bukalapak mengajak seluruh masyarakat untuk mengurangi volume sampah dengan bijak dalam mengelola barang tak terpakai dan sampah rumah tangga.

Bekerja sama dengan Weekend Workshop (WEWO), Workshop Bukalapak ‘Trash to Treasure‘ ini dihadiri oleh Tasya Kamila selaku Duta Lingkungan Hidup yang berbagi wawasan mengenai fenomena sampah di Indonesia.

Selain itu, seluruh peserta yang terdiri dari pelapak, komunitas dan jurnalis, juga berkesempatan untuk belajar membuat pouch kosmetik dari plastik dan bubble wrap bekas. 

Yeay, ga sabar ni saya mau bawa pulang pouch bikinan sendiri.

 Evi Andriani 

Acara ini di mulai dengan sapaan hangat oleh MC dari Bukalapak, lalu lanjut dengan sambutan dari Evi Andriani selaku Corporate Communications Manager Bukalapak. Beliau mengatakan, “Bukalapak menaruh perhatian pada keberlanjutan lingkungan. Kami melihat bahwa sampah-sampah seperti sisa bubble wrap atau plastik pembungkus pengiriman dapat dimanfaatkan secara lebih baik dengan di daur ulang menjadi sesuatu yang lebih berguna. Workshop ini diharapkan dapat menambah pengetahuan masyarakat untuk peduli lingkungan dengan cara-cara yang kreatif untuk membantu mengurangi volume sampah di Indonesia.”

Lalu di lanjut ke inti acara ni bersama Tasya Kamila selaku Duta Lingkungan Hidup. Tasya mengatakan “Sebagai Duta Lingkungan Hidup tentunya saya mendukung Bukalapak dalam merangkul masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dengan langkah kecil. Mulai dari mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memilah sampah untuk di kelola kembali, dan mencari cara kreatif untuk menambah nilai guna sampah dan barang tidak terpakai. Perubahan kultur dan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penanganan sampah di tingkat hilir, yaitu berkurang angka timbulan sampah yang di buang ke TPA” 

Menurut data yang di lansir dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INIPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Dan sebanyak 24% sampah masih tidak terkelola (Sustainable Waste Indonesia (SWI)). Artinya, sekitar 15 juta ton sampah mengotori ekosistem dan lingkungan karena tidak di tangani. Waaah banyak banget yaaa!

 Selain Tasya, usaha Bukalapak ini juga di sambut baik oleh Weekend Workshop (WEWO), komunitas yang mendukung kegiatan kreatif dan produktif. Mohammad Iskandar Z, selaku founder WEWO mengatakan “Isu sampah juga merupakan salah satu fokus kami di WEWO dan kami terus berusaha menyebarkan semangat recycle kepada seluruh masyarakat. Perubahan kultur dan perilaku masyarakat dalam mengelola dan memperlakukan sampah juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penanganan sampah di tingkat hilir, yaitu berkurang angka timbulan sampah yang dibuang ke TPA. Mengolah sampah atau memanfaatkan sampah dengan cara-cara yang sederhana dan dengan cara kreatif dapat menjadi langkah kecil dari kita semua untuk merawat bumi.” 

Workshop membuat Pouch dari Plastik dan Bubble Wrap

Naaaah ini yang paling di tunggu tunggu niii. Kita praktek langsung membuat pouch dari plastik dan bubble wrap

Pertama saya memilih plastik yang telah di sediakan. saya kebeneran memilih kantong plastik bekas dari salah satu toko ternama yaitu Zara. biar hasilnya keren kan. Hahahaha!

Sebelum memulai, kami di ajarkan caranya terlebih dahulu, bubble wrap di masukkan ke dalam plastik dan ditumpuk menjadi satu, lalu di lapisi dengan kertas kue, baru kita mulai menyeterikanya. Jangan lupa suhunya pilih yang untuk bahan katun yaaa.

 Yuk, saya juga bikin niii.

Bubble Wrap yang di masukkan ke dalam kantong plastik

 

 

Dilapisi kertas kue agar tidak lengket saat di setrika

 Tasya, teh Ninit dan Ipeh juga ikut bikin loh. 

 

 

 Oke kita lanjut, abis kita seterika plastik dan bubble wrap tadi, pastikan semua menempel dengan benar dan hasil jadi bahannya oke, langkah selanjutnya membuat pola pouch yang kita inginkan. Menggunakan penggaris dan pensil serta alas yang telah di sediakan oleh team WEWO dan Bukalapak. 

 

 Setelah membuat pola kita lanjut mengguntingnya sesuai garis pola yang telah kita buat tadi.

 Langkah terakhir yaitu menjahit, berhubung saya ga bisa menjahit, jadi di bantuin deh hahaha. Ini dia prosesnyaaa

Menjahit bagian Seleting
Jahit sisi lainnya
Tinggal di balik bagian dalamnya
Yeaaay Jadi deh Pouch Zara

Yuk kita mulai hal kecil dari lingkungan rumah kita dulu, membiasakan menyediakan dua tempat sampah untuk sampah kering dan sampah basah. Sampah Organik dan Non Organik. Kepedulian lain juga bisa dengan cara mengurangi sampah plastik, dengan cara kita membiasakan membawa sedotan stainless steel sendiri, membawa tas daur ulang saat berbelanja dan membawa tempat makan sendiri jika ingin memesan makanan untuk di bawa pulang makan di rumah.

Yang paling utama juga niii, biasakan membuang sampah pada tempatnya, dan jika melihat ada sampah yang jatuh yuk kita buang ke tempatnya. Kepedulian kecil yang sangat berdampak besar.

Wah, senang sekali saya di undang ke acara yang sangat menginspirasi dan bermanfaat ini. Sekali lagi terima kasih banyaaaak untuk Bukalapak, Weekend Workshop dan The Urban Mama.

Nah itu dia kegiatan di acara “Trash to Treasure” bareng Bukalapak dan WEWO.

Berikut beberapa foto pas kegiatan bareng Bukalapak ini, enjoy yaaa!

Tasya dengan tas hasil WEWO
Teh Ninit dengan hasil dari WEWO
Pouch bikinan kami The Urban Mama
Beberapa hasil pouch cantik dan dompet untuk koin
Hasil Pouch and Simple Bag
Peserta yang sedang mengantri untuk membuat pouch
Thank You Bukalapak!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *