Sarapan Sehat di Bistro Baron dalam rangka World Health Day 2018

Yeay! Senengnya saya mendapat undangan food blogger buat sarapan bareng di salah satu restaurant yang berada di Plaza Indonesia Jakarta, Bistro Baron namanya. Biasanya nih kalau ada event pasti judulnya lunch bareng, iya kan? Kali ini berbeda dari biasanya, saya ga pake mikir panjang buat menerima ajakan sarapan barengnya. Dengan rutinitas seperti biasa setelah mengantar anak sekolah, saya langsung bergegas naik kereta dari Bogor agar tidak terlambat, walau dengan rintangan macet dan lainnya akhirnya saya sampai ke Bistro Baron yang berada di Plaza Indonesia Jakarta. Dari judulnya aja udah jelas banget, yaitu  sarapan bareng, Nah, saya sudah mempersiapkan perut kosong ni. Belum makan apa apa pagi itu. Hahahaha!

Kenapa tempatnya mesti di Bistro Baron? Karena Bistro Baron yang menampilkan menu sajian pagi yang klasik menyehatkan yang di desain khusus untuk kebutuhan para eksekutif di daerah central business district Jakarta yang super sibuk. Buka dari pagi, jadi kita ga bingung milih tempat buat sarapan kan.

Setelah registrasi dan duduk manis di tempat yang telah di sediakan, saya di tawarkan untuk memilih menu minuman kopi atau teh oleh salah seorang pelayan untuk memulai hari ini. Pilihan saya jatuh kepada kopi. Dan selain kopi hangat, ada sepotong kue juga yang diberikan Bistro Baron untuk makanan pembuka. Wah, istimewa sekali pagi ini, biasanya saya selalu skip sarapan karena sibuk atau kadang sarapan bubur yang lewat depan rumah kalau kalau laper sekali.

Hot Coffee at Bistro Baron

 

Bistro Baron

Setelah beberapa menit saya mencicipi kopi hangat dan kue tersebut saya di minta untuk memilih menu sarapan yang tersedia di Bistro Baron. Wah banyak sekali pilihannya, Ada Le Omelette, Good Old Fashioned Pancake, Classic French Toast, Eggs Benedict, Mixed Fruit Stuffed French Toast dan Mixed Fruits Crepe. membacanya saja sudah bikin saya bingung untuk memilih, enak semua sepertinya, kalau bisa di pesen semuanya, saya akan memesan semuanya deh. Hahahaha! Oke, akhirnya pilihan saya jatuh kepada menu Good Old Fashioned Pancake, pagi pagi rasanya enak makan yang manis manis, apalagi di menu tertera pancake ini disajikan dengan buah buahan segar. huhuhu! Ga sabar rasanya ingin segera menyantapnya.

Ambience at bistro baron

Selagi menunggu pancake di buat, acara dibuka oleh Cecilia Salim dari Bistro Baron. Lalu dilanjutkan oleh Bapak Kafi Kurnia dari Sembutopia yang memberi sambutan hangat kepada kami. Acara ini di selenggarakan oleh Sembutopia bersama Bistro Baron dalam rangka memperingati World Health Day 2018 dengan tema “Breakfast : The Most Important Meal of The Day“. Sembutopia sendiri merupakan Channels Digital Platform yang mulai diluncurkan pada bulan November 2017 lalu yang memiliki tujuan sebagai media edukasi, motivasi dan inspirasi penyembuhan. Sembutopia juga memiliki misi untuk memberdayakan kemampuan kita dalam menjaga kesehatan dan penyembuhan diri atau self healing.

Cecilia Salim

 

Bapak Kafi Kurnia from Sembutopia

Akhirnya Pancake sayapun tiba, Pancake klasik yang terdiri dari tiga lapisan pancake yang super lembut dan manis yang pas. Di siram dengan Canadian Maple Syrup dan aneka buah buahan yang segar. Dari suapan pertama aja udah berasa enaaaak banget di mulut! Wah, membuat hari saya di awali dengan mood yang baik!

Sambil menikmati hidangan sarapan ini, Bapak Kafi Kurnia memulai perbincangan tentang pentingnya sarapan. Ada perkataan beliau yang saya ingat. Awali hari kita dengan hal baik. Sarapan yang baik akan membuat hari kita baik. “Makan pagi bagaikan seorang raja, makan siang bagaikan seorang pangeran dan makan malam bagaikan seorang pengemis”. Ungkapan ini berasal dari seorang ahli nutrisi yang cukup terkenal di tahun 1960, Adelle Davis.

Maksud Davis, asupan kalori yang kita serap seharusnya sesuai dengan siklus ritme dari kehidupan dan kegiatan kita sehari hari. Sehingga malam hari, kita tidak kelebihan kalori yang menumpuk lalu kita bawa tidur dan akhirnya menyebabkan kegemukan serta memperberat kerja organ tubuh di malam hari. Ungkapan tersebut juga memberi tahu kita bahwa sarapan itu sangat penting untuk mengawali hari kita sebelum melakukan semua aktivitas.

Good Old Fashioned Pancake

Ungkapan bahwa sarapan atau makan pagi adalah sajian terpenting dalam satu hari, pertama di tulis oleh Lenna F. Cooper, pada tahun 1917 di sebuah majalah yang berjudul Good Health. Secara struktur budaya, kita mengenal tradisi makan 3 kali sehari. Sehingga makan yang pertama menjadi sangat penting karena menentukan sikap dan emosi kita sepanjang sisa hari yang kita jalani. Andaikata kita makan dengan kalori yang cukup, maka sisa hari akan kita jalani dengan penuh energi. Dan makan pagi yang memuaskan tidak akan membuat emosi kita mengumbar nafsu berlebih di saat makan siang dan makan malam. Malah kita punya kesempatan untuk mengatur kalori yang lebih baik di saat makan siang dan makan malam. Namun bukan berarti kita harus makan berlebih pula disaat makan pagi. Bila ini kita jalani dengan benar maka hal ini juga akan memudahkan kita saat berpuasa di bulan Mei nanti.

Masalah yang kedua disamping jumlah kalori yang salah adalah masalah keseimbangan kalori dimana tradisi kita, makan pagi a la Indonesia cenderung lebih “berat” dengan karbohidrat. Dimana ada slogan yang mengatakan bahwa kalau belum makan nasi artinya kita belum makan. Sehingga tradisi makan pagi kita kebanyakan terdiri dari nasi, bubur, atau mie. Kadang ada juga yang makan nasi sekaligus mie, yang dua duanya merupakan sumber karbohidrat. Seharusnya 40% porsi makan pagi kita di isi dengan buah buahan.

Data menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang konsumsi buah terendah di regional Asia. Kurangnya konsumsi sayur dan buah menjadi salah satu penyebab melonjaknya penyakit tidak menular di Indonesia beberapa tahun terakhir. Padahal buah dan sayur yang mengandung vitamin A, C, E, Asam folat, seng, magnesium, kalium dan kalsium yang di butuhkan tubuh. Data Riset Kesehatan Nasional (Riskesnas) tahun 2016 juga menunjukkan bahwa penduduk dewasa berusia di atas 18 tahun yang mengalami kegemukan atau obesitas sebesar 20,7 persen. Padahal obesitas rentan mengundang penyakit berbahaya. Beberapa resiko dari obesitas itu adalah diabetes atau tekanan darah tinggi dimana keduanya merupakan penyebab utama gagal ginjal.

Maka itu bapak Kafi percaya bahwa pemberdayaan kesehatan di Indonesia bisa dimulai dari tradisi dan budaya makan yang lebih sehat, lebih bergizi dan dengan nutrisi yang lebih baik. Acara ini pun bertujuan untuk mempromosikan budaya makan pagi yang sehat dengan keseimbangan kalori dan nutrisi. Sembutopia sendiri percaya bahwa dengan edukasi dan motivasi tradisi makan yang benar maka konsumen di Indonesia lebih terjamin kesehatannya dan bisa memberdayakan ekonomi lebih efektif.

Oh iya, ini dia beberapa menu sarapan yang ada di Bistro Baron, yang bisa kalian pilih jika mampir sarapan di sini.

Classic French Toast

 

Le Omelette

 

Le Omelette

 

Eggs Benedict

Bingung pasti ya memilih yang mana menu untuk sarapannya? Semuanya menggugah selera, dan yang pasti komposisinya pas dan sehat untuk tubuh kita.

Sembutopia bekerja sama dalam acara sajian makan pagi kali ini dengan Bistro Baron yang menampilkan sejumlah cita rasa kuliner dengan kelezatan klasik namun menampilkan bahan bahan yang berkualitas dan pilihan yang bermutu tinggi dari Amerika. Pilihan menu yang dibuat oleh Bistro Baron sedemikian rupa dengan keseimbangan kalori antara karbohidrat, protein dan buah buahan.

Pada kesempatan kali ini juga, hadir seorang Chef, yaitu Chef Nanang. Beliau yang sudah memasak menu sarapan kita pada pagi ini. Beliau menjelaskan beberapa komposisi bahan dalam semua menu sarapan kami pagi itu. Semua menu yang di hidangkan benar benar membuat kami bahagia, karena semua enak.

Chef Nanang, Bistro Baron

Tak terasa sarapan saya pun habis tak bersisa. Penjelasan Pak Kafi benar benar mengingatkan saya agar sarapan setiap hari dengan makanan yang berkualitas agar kesehatan tetap terjaga dan terhindar dari berbagai macam penyakit.

Eh, belum selesai loh acaranya, kami masih di manjakan dengan sajian lainnya, kami di beri kesempatan mencicipi buah jeruk mandarin Sunkist Delite tanpa biji yang sangat manis. Jeruk ini merupakan cemilan sehat dan pasti disukai oleh anak anak.

Selain jeruk, kami pun diberikan kismis SunMaid yang juga berasal dari California. Dan juga Kurma Medjool dari Arizona. Keduanya dikenal sebagai “power pack” yang sangat baik di konsumsi dipagi hari untuk memberikan energi yang sangat dibutuhkan tubuh.

Medjool Dates

 

Sun Maid Raisins

Oh iya, Bistro Baron pun memilih kentang dari Amerika untuk komposisi karbohidratnya. Kentang Amerika yang memiliki kompleksitas dan kandungan gizi serta nutrisi yang tak tertandingi untuk memberikan energi prima di pagi hari. Kentang dari Amerika tersebut tampil dalam berbagai bentuk menu dan pilihan sehingga amat populer dikalangan para chef di berbagai restoran dan hotel di Indonesia. Selain kentang, Bistro Baron pun memilih  dua jenis apel dari Washington yaitu Envy dan Pacific Rose, yang ditampilkan dalam menu sajian pagi di Bistro Baron. Apel sendiri sudah lama dikenal sebagai “the super foods” yang memiliki multi fungsi nutrisi yang sangat ajaib bagi tubuh kita. Mulai dari asupan serat, kandungan nutrisi dan vitamin, serta fungsi detox dan anti kanker yang dikenal handal.

 

Ready to eat pancake!

 

This is my breakfast.

Wohoo! Senang sekali rasanya pagi ini, kenyang dan ga khawatir kekurangan energi karena makanan yang dimakan merupakan makanan berkualitas. Terima kasih kepada Sembutopia dan Bistro Baron, atas sarapan sehat bareng yang mewah serta pengalaman berkuliner yang eksotis. Sukses Selalu! ^^

 

3 Comments Add yours

  1. uni dzalika says:

    mkanannya enak, fotonya bags-bagus, dan jadi mau makan lagi di sana hehehe.

    unidzalika.com

  2. Vhe says:

    Wowww..menarik skali info nya sis Rna,cocok buat pr kulinerss icip2 hal yg baru pastinya lebih sehat berkualitas!hemmNyamiii ‘Noted “BistroBaron”
    target nih klo ke PI

  3. Wichan says:

    Masih terasa serunya, dan nambah lagi informasi tentang sarapan yang sering diabaikan banyak orang (aku doang ding). Hihihi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *