Mitos dan fakta seputar penanganan penyakit anak

Fase kehidupan seorang wanita yaitu menjadi seorang ibu. Saya benar – benar banyak belajar tentang menjalani kehidupan menjadi seorang istri dan menjadi seorang ibu dari dua anak kecil yang lucu. Menikah adalah fase dimana kita benar benar masuk ke kehidupan atau babak baru dalam hidup kita. Suka duka kehidupan pun di mulai, pengalaman baru akan di mulai juga.

Selain belajar untuk lebih bertanggung jawab, seorang ibu pun harus belajar bagaimana membuat keputusan terbaik untuk anak dan keluarga, salah satunya yaitu dalam mengambil keputusan jika anak anak sakit. Masih inget banget awal punya Hirzi, anak pertama saya. Dengan pengetahuan dan ilmu yang minim tentang bagaimana cara merawat dan mendidik anak. Saya “dipaksa” untuk ahli dalam mengambil keputusan yang cepat dan tepat tentunya. Cerita dimulai ketika Hirzi lahir, saya berkenalan dengan dunia “imunisasi”. Dimana ada beberapa imunisasi yang akan membuat anak agak demam. Begitu reaksinya kata dokter, walau saya dan suami memilih imunisasi yang tidak akan menimbulkan demam, tapi ya namanya imun tubuh, dia berusaha menguatkan sistem dari dalam dirinya melalui demam.

Panik. Satu kata yang saya rasakan. Kok imunisasi malah membuat demam? Baru sekali ini Hirzi demam. “Saya mesti gimana?” “Kasih obat apa?” “Kalau panasnya tinggi bagaimana?” dan berbagai macam pertanyaan yang ga bisa saya jawab sendiri, dan ketakutan yang berlebihan karena ini adalah kasus pertama demam dalam hidup Hirzi. Padahal demamnya karena imunisasi.

Dulu belum kepikiran juga minta no handphone dokter anaknya. Kalau sekarang udah punya nomer kontak 2 dokter anak kepercayaan. Tapi, kadang pas lagi mau wa di balasnya bisa lama sekali. Mau telepon kadang beliau lagi sibuk atau sedang praktek. Akhirnya yang bisa di lakuin hubungin mama, atau nanya ke sahabat terdekat. Ujung ujungnya browsing internet. Beda dengan sekarang udah banyak banget group wa di smartphone kita kan? Tinggal nanya di group ibu ibu, keluarga dan komunitas.  Jawabannya juga pasti beragam. Semakin banyak info dari teman, internet kadang bukannya bikin kita tenang, malah jadi bingung sendiri, bingung mesti milih penanganan yang mana. Hahaha. Sebagai ibu baru, apa kalian juga pernah merasakan hal yang sama seperti yang saya rasakan?

Seperti biasa, saya pasti tanya ke mama, bertanya pada sahabat yang sudah berpengalaman, atau mencari informasi di internet. Semua saya usahakan untuk mendapatkan info sebanyak banyaknya.

Siapa sih yang ga panik kalau anak kita sakit? Contoh lainnya yaitu adiknya Hirzi, Alya. Pas pagi hari masih ceria, lari lari, makan masih penuh dengan semangat, eh tiba tiba sore adek mulai lemes, dan pas di suruh makan ga selahap pagi tadi, mata sayu, dan tiba tiba dia bilang “bunda, mata adek perih” Ah ternyata adek demam. Hiks! Rasanya ancuuur banget hati. Ga lebay, tapi kalau disuruh milih mending di suruh zumba 5 jam nonstop deh daripada mesti nerima kenyataan kalau anak sakit. Dunia teralihkan sesaat, dan males ngapa-ngapain lagi.

Menikah dan memiliki anak yang saat ini berusia 7 tahun dan 5 tahun ga bikin saya bisa tenang atau ga panik kalau mereka sakit. Banyak yang bilang karena udah pengalaman pernah menghadapi anak ketika demam, batuk atau pilek, tetep aja saya selalu panik. Selalu nanya nanya lagi, mungkin untuk hal yang sama. Karena yang namanya demam atau sakit batuk pilek kan ga selalu tiap saat. Wajar juga kalau kita selalu nanya lagi hal yang sama, wajar juga kalau kita panik lagi, dan nanya lagi obat nya apa.

Hal yang sering kita dengar di lingkungan kita pun masih sering membuat kita bingung, membedakan antara mitos atau fakta. Hari ini, tanggal 11 February 2018, saya di undang lagi nih sama The Urban Mama untuk menghadiri acara health talkshow yang bekerja sama dengan Halodoc dengan materi yang seru banget, yaitu tentang “Mitos dan fakta seputar penanganan penyakit anak” .

Health Talkshow bersama Halodoc dan The Urban Mama

Acara ini di isi oleh tiga pembicara kece nih. Pembicara pertama dr. Herlina, Sp.A seorang dokter spesialis anak yang saat ini berpraktik di RS Ciputra Citra Garden Jakarta Barat dan beliau juga merupakan salah satu tim medis Halodoc. Pembicara kedua yaitu seorang moms influencer Chacha Thalib dan terakhir Felicia Kawilarang, beliau adalah seorang VP Marketing Communication Halodoc.

Mitos atau Fakta

Kerap kali para mama panik ketika anak menunjukkan gejala penyakit. Seperti yang saya bilang di awal tadi. Padahal tindakan pertolongan pertama sangat krusial, dibutuhkan ketenangan dalam berpikir dan bertindak agar penyakitnya tidak semakin parah. Berbekal ajaran dari orangtua , tak jarang para ibu menerapkan tindakan tindakan yang diyakini sebagai sesuatu yang jitu yang sudah berlaku turun temurun. Contohnya ni, kalau anak balita kita demam, dianggap mau pinter atau mau tumbuh gigi. Padahal bisa jadi anak demam karena adanya gejala penyakit yang lebih serius. Contoh lain jika anak terlambat berjalan, di anggapnya karena anak kita sudah mulai berbicara terlebih dahulu, padahal tidak ada hubungannya terlambat jalan karena anak sudah berbicara terlebih dahulu.

Seiring berkembangnya teknologi, para mama menjadikan artikel di internet sebagai referensi mengenai penanganan penyakit pada anak. Tak jarang juga para mama lebih memilih untuk bertanya ke kerabat atau teman teman yang lebih berpengalaman soal anak, termasuk saya sendiri.

Pengalaman ini di alami oleh pembicara kita Chacha Thaib, “Sebagai ibu muda kerap kali saya panik ketika anak sakit. Apalagi balita sedang rentan-rentannya terhadap penyakit. Sering aku mengandalkan ajaran dari para orang tua untuk tindakan pertamanya. Selain itu sebelum berkonsultasi ke dokter, aku biasanya bertanya dulu kepada teman atau kerabat yang lebih berpengalaman.”

Menanggapi pernyataan Chaca Thaib, dokter Herlina, Sp.A menjelaskan “Peran dokter atau ahli medis dibutuhkan dalam memberikan kenyamanan kepada para ibu baik penanganan maupun konsultasi. Berkonsultasi dengan ahli medis merupakan tindakan pertama yang tepat, sehingga ibu tau apa yang perlu dilakukan sebelum terlambat karena penanganan yang salah. Dengan saran dari ahli medis serta tindakan yang benar saat menangani anak ketika sakit, anak dapat pulih dalam kondisi yang cepat.

Acara ini membahas segala hal tentang mitos dan fakta yang paling sering kita jumpai di lingkungan kita sehari hari. Beberapa mitos dan fakta yang sering keliru saat mengambil tindakan pertama pada anak dan perlu di cermati orang tua. Langsung aja yuk kita bahas.

  1. Kejang demam.

Mitos nya yaitu bila anak kejang, memberikan kopi pada anak dipercayai dapat mencegah kejang.

Faktanya sebagian besar kejang demam dialami pada bayi usia 6 bulan hingga anak umur 5 tahun. Kejang dapat di akibatkan sejumlah virus atau indikasi penyakit lain, namun resiko kejang dapat terjadi setelah imunisasi.  Jadi kopi bukan untuk mengatasi terjadinya kejang bila anak sedang demam. Demam tinggi atau penyebab lainnya merupakan faktor kejang pada anak di bawah umur 4 tahun. Jika anak kecil di berikan kopi yang mengandung cafein tentu tidak baik untuk anak anak. Pemberian kopi pada anak anak tidak disarankan, karena metabolisme tubuh anak belum sempurna dan pengeluaran cafein di dalam tubuh anak anakpun lebih lambat, sehingga efeknya juga bekerja lebih lama di tubuh.

2. Radang Amandel / Tonsilitis

Mitosnya yaitu operasi pengangkatan amandel akan mengganggu daya tahan tubuh.

Faktanya atau saran dokter yaitu radang amandel jika dibiarkan akan mengakibatkan resiko menjadi abses, kelainan di ginjal dan kelainan di jantung atau penyakit jantung rematik. Kapan sih waktu yang tepat untuk melakukan operasi amandel? yaitu jika batuk pilek berulang lebih dari 7 kali dalam jangka waktu satu tahun terakhir. Dan jika mengalami gangguan tidur sedang sampai berat.

3. Mimisan

Mitos yang beredar di lingkungan yaitu mimisan terjadi karena lelah, dan diberhentikan dengan menengadahkan kepala ke atas. Biasanya kita sering menggunakan daun sirih yang kita bentuk bulat lalu di masukkan ke dalam lubang hidung agar darahnya berhenti.

Padahal faktanya penyebab mimisan yaitu memiliki banyak faktor, yaitu trauma, kelenjar di dalam hidung berbeda beda setiap anak dan bisa juga karena alergi, infeksi dan keganasan atau leukimia. Selain itu adanya kelainan dalam hidung seperti polip, atau anak yang sering memasukkan jari ke hidung, karena di hidung itu ada lapisan pembuluh darah anak yang lebih rapuh dan mudah pecah sehingga anak anak lebih sering mengalami mimisan dibandingkan dengan orang dewasa.. Mimisan umumnya terjadi pada anak anak pada usia 3-10 tahun.

Saran dokter untuk mengobati mimisan pada anak dan dewasa yaitu salah satu lubang hidung di tekan beberapa saat dan dalam keadaan posisi duduk atau tegak, tidak perlu menengadahkan kepala. mengapa? karena jika kita menengadahkan kepala, bisa menyebabkan darah mimisan itu masuk ke saluran pencernaan maupun pernapasan, yang akan menyebabkan penyakit lainnya.

4. Terlambat Jalan.

Mitos mengapa anak anak ada yang terlambat jalan yaitu karena anak tersebut lebih dahulu bicara. Padahal kenyataannya, keduanya (berjalan dan berbicara) tidak berhubungan.

Faktanya yaitu terlambat berjalan karena kemampuan motorik dan keseimbangannya kurang baik. Anak anak sudah ada fasenya masing masing, dari menungging, merangkak, berjalan, berbicara, dan tahap tahap perkembangan dan pertumbuhan anak lainnya. Jadi tidak ada hubungannya terlambat jalan karena anak sudah berbicara terlebih dahulu.

5. Demam

Mitos seputar anak demam yaitu segera kompres dengan air dingin atau es, dan memberi baju tebal pada anak dan memberi selimut agar keringat keluar dan panasnya keluar juga saat di selimuti.

Faktanya, jika kita mengompres anak dengan air dingin, akan meningkatkan suhu tubuh anak menjadi lebih tinggi demamnya. Jangan memberi atau memakaikan pakaian tebal, harusnya pakaikan pakaian yang tipis dan gampang menyerap keringat. Jangan memberikan selimut tebal. Anak harus di buat nyaman, bukan membuat anak semakin panas. Kompreslah dengan menggunakan air hangat, kompres di bagian lipatan lipatan yang agak susah menguap, salah satunya di ketiak. Mengapa tidak boleh mengompres dengan air dingin atau es? Karena kompres air dingin dapat menutup pori pori dan menghambat berpindahnya suhu tubuh.

6. Cacar air

Mitosnya jika anak sedang cacar air yaitu anak tidak boleh mandi.

Faktanya cacar air itu sendiri yaitu di sebabkan oleh virus. Mandi tetap disarankan oleh dokter, agar higienitas tubuh tetap terjaga. Terapi sesuai dengan gejala yang ada. kurang lebih 1 hingga 2 minggu penyakit cacar akan sembuh dengan sendirinya. Selain obat, kita harus menambahkan vitamin dan tetap istirahat di rumah sampai dengan benar benar sembuh. Jangan di garuk agar tidak menimbulkan bekas cacar airnya di tubuh anak.

7. Tumbuh gigi.

Mitosnya yaitu demam. Jika anak demam maka salah satu faktornya karena akan tumbuh gigi.

Faktanya yaitu suhu tubuh anak yang akan tumbuh gigi akan mengalami demam namun suhu badannya jarang di atas 38 derajat celcius. Biasanya di suhu 37 derajat celcius. Jika melebihi suhu tersebut maka ibu harus hati hati adanya infeksi yang lain atau penyakit lain yang muncul. Bukan karena akan tumbuh gigi.

8. Gondongan.

Mitos tentang mengobati penyakit gondongan di masyarakat yaitu dengan menggunakan “Blau”.

Faktanya penyakit gondongan itu sendiri di sebabkan oleh virus. Penyakit gondongan diobati berdasarkan gejala yang ada, minum vitamin dan istirahat di rumah. Penyakit gondongan akan sembuh dengan mengkonsumsi obat yang di sarankan oleh dokter, tanpa kita harus menggunakan blau tadi.

Nah itulah beberapa faktanya, saat sakit banyak orang tua sering mengabaikan hal hal kecil bahkan lebih parahnya melakukan tindakan pertolongan pertama pada anak ketika sakit dimulai dengan kepanikan yang berujung pada tindakan yang salah. Mulai sekarang kita hindari kesalahan kesalahan tersebut yah mam.

Intinya yaitu jika anak sakit, lebih baik konsultasikan langsung dengan dokter anak kepercayaan anda dan keluarga untuk mendapatkan penanganan yang tepat. “Daripada bingung dengan mitos mitos yang ada”

Beberapa pertanyaan pada health talkshow

Pada kesempatan health talkshow ini juga banyak sekali beberapa pertanyaan yang menarik ni. Beberapa mitos lain yang banyak beredar di sekeliling kita. Untuk masalah alergi susu sapi, biasanya ketika anak kita berumur 3 tahun atau lebih akan hilang sendiri.  Begitu juga untuk alergi ikan laut. Tidak semua ikan laut akan membuat alergi pada anak, ibu harus memperhatikan dan mencoba satu persatu ikan untuk mengetahui anak kita alergi terhadap ikan yang mana. Alergi debu atau alergi seafood juga sama, semakin bertambah umur atau semakin dewasa kita makan makanan tersebut, akan berkurang alerginya.

Untuk penyakit campak, gondongan, cacar air penyebabnya yaitu virus. Ga perlu antibiotik, akan sembuh dengan sendirinya. Berbeda dengan tipes yang di sebabkan oleh bakteri, yang membutuhkan antibiotik. Bagaimana dengan penyakit pilek dan batuk? Cukup diberikan obat pengencer dahak jika jenis batuknya berdahak. Dan sebenernya jika sakit batuk atau pilek tidak perlu di berikan obat, karena flu itu cukup istirahat sampai benar benar sembuh.  Jika anak masih mau makan, suhu di bawah 37,5 derajat celcius, anaknya ga rewel dan masih tetap aktif tidak perlu kita beri obat, Kecuali jika ketika batuk pilek anaknya di sertai demam lebih dari 2-3 hari, anaknya rewel, dan suhu demam di atas 37,5 derajat celcius, baiknya di bawa dan di konsultasikan ke dokter.

Setiap anak itu berbeda beda cara penanganannya. Jangan langsung percaya sama mitos. Jika anak sakit langsung konsultasikan ke dokter anak kita, dan cari sumber yang terpercaya. Kita sebagai ibu yang hidup dengan teknologi canggih seperti sekarang, yang dengan mudah mencari segala informasi  di Google juga harus bisa memilah mana situs atau artikel artikel yang terpercaya yang beredar di internet. Baca lagi info info lain agar lebih akurat.

Jadi kita mesti gimana ni? Halodoc Solusinya!

Nah, the urban mama kali ini ga perlu bingung mencari situs apa nih yang dapat dipercaya untuk memudahkan mama mama mendapatkan informasi yang akurat. Situs yang dapat mama mama percaya yaitu Halodoc. Apa sih Halodoc itu?

Halodoc adalah start-up Indonesia berupa aplikasi kesehatan layaknya kotak P3K berjalan yang selalu di genggaman dengan memberikan kemudahan dalam menjaga dan memeriksa kesehatan seluruh anggota keluarga. Pengguna dapat mengkomunikasikan berbagai permasalahan kesehtan pada ribuan dokter ahli dari berbagai spesialisasi di seluruh Indonesia melalui chat dan video atau voice call. Solusi layanan praktis untuk pembelian kebutuhan kesehatan juga dapat dilakukan lebih dari 1000 apotek dengan cepat, aman dan nyaman. Halodoc juga bekerja sama dengan Prodia memberikan layanan Lab Home Service untuk memudahkan masyarakat akan akses laboratorium yang bisa dipanggil ke rumah.

Tampilan situs www.Halodoc.com

Felicia Kawilarang menjelaskan lagi tentang Halodoc “Halodoc sebagai aplikasi kesehatan yang telah berada di tengah – tengah masyarakat Indonesia sejak tahun 2016, memahami langkah-langkah yang dilakukan para ibu ketika panik mendapatkan buah hatinya sakit. Apalagi dengan berkembangnya mitos dan fakta yang ada di sekitar lingkungan mereka, kerap membuat ibu mengambil jalan pintas. Padahal langkah yang dilakukan belum tentu sesuai anjuran dokter, bahkan tidak menutup kemungkinan akan semakin memperparah penyakit sang buah hati. Oleh karena itu, Halodoc berinisiatif untuk mengedukasi para ibu mengenai penanganan medis yang tepat untuk sejumlah penyakit umum pada anak. Lewat situs Halodoc di www.halodoc.com para ibu bisa mendapat berbagai informasi kesehatan berupa artikel yang terpercaya. Selain itu, para ibu dapat dengan mudah mengunduh aplikasi Halodoc di smartphone masing-masing, dan memanfaatkan fitur-fitur Halodoc yang ada.”

Tampilan aplikasi Halodoc di smartphone.

 

Fitur di aplikasi Halodoc. Dokter, Obat, dan fasilitas Laboratorium.

 

Wah keren banget yaaaaah! >.<

Melalui aplikasi Halodoc masyarakat dapat berkonsultasi langsung dengan dokter melalui video call. Aplikasi Halodoc memiliki tim medis mulai dari dokter umum, spesialis anak, internis, hingga spesialis mata, yang online selama 24 jam. Wow! Hanya tinggal masuk ke aplikasi kita bisa menghubungi dokter yang tersedia. Selain itu di aplikasi ini juga terdapat fitur Pharmacy Delivery, yaitu layanan apotik antar 24 jam yang bebas biaya pengantaran. Fitur lain di aplikasi Halodoc yaitu Labs, layanan pengecekan kesehatan yang bekerjasama dengan Prodia. Fitur ini memungkinkan Phlebotomist atau petugas lab untuk datang ke rumah ataupun ke kantor, dan melakukan pengecekan kesehatan seperti cek darah, ataupun urine. Saat ini fitur Labs dapat dimanfaatkan oleh pengguna di sekitar Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Semoga nanti bisa sampai ke Bogor juga yaaaa.

“Kegiatan edukasi para ibu ini juga merupakan inisiasi dari kampanye Halodoc yang mengangkat tema #katadokterHalodoc. Melalui kampanye ini Halodoc berharap dapat membantu memudahkan masyarakat berkonsultasi langsung dengan dokter terlebih dahulu, sehingga tindakan yang diambil ketika anak atau salah satu anggota keluarga sakit tepat dan benar,” tutup Felicia.

Wah, sampai speechless saya. Semua fasilitas tentang kesehatan bisa kita dapat dengan mudah, berkonsultasi dengan dokter 24 jam tanpa memikirkan mitos, mendapat resep obat, membeli obat, obat akan di antar dan kita juga bisa membaca artikel artikel menarik dan tentu saja terpercaya di aplikasi Halodoc dan situs  www.Halodoc.com.

Selain itu, kita juga bisa melihat info Halodoc di instagram @Halodoc dan Facebook @HalodocID dan twitter @HalodocID . Ga perlu mikir lagi deh, saya  langsung install aplikasi Halodoc di smartphone saya. Udah ga panik lagi sekarang, karena aplikasi Halodoc dan situs www.Halodoc.com yaitu pertolongan pertama untuk mencari informasi agar ibu tidak panik. Solusi banget jika anak tiba tiba sakit pada malam hari dan saya harus segera bertanya kepada dokter yang sesuai dengan penyakitnya.

Terima kasih untuk The Urban Mama dan Halodoc untuk acara yang sangat berkualitas dan bermanfaat untuk kami. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk semua mama mama yaaaaa ^^

#TUMBloggersMeetUp

 

Terima Kasih Halodoc

 

 

 

 

24 Comments Add yours

  1. astie says:

    Wahh boleh nih dicoba donlot aplikasi halodoc, walaupun tentunya semoga anak2 kita tetep sehat semua ya naa, thk u ina for share ❤️

    1. rina says:

      iya astii.. semoga anak anak kita sehat selalu. Halodoc nya buat mommynya baca artikel tentang diet dan olahraga aja hihihi! Mamaci tiiie ^^

      1. astie says:

        Hihihi ada juga artikel diet n olahraganya ya, mantapp

        1. rina says:

          Adaaaa. Buka situsnya di http://www.Halodoc.com Tiie. jadi bisa baca artikel artikel lain untuk mommy nya. Hihihi!

  2. Astary says:

    Makasiih .. lengkap banget infonya mamah Ina .. Mmg seringkali kita sebagai ibu dihadapkan pada banyak pilihan dan sll ingin yang terbaik untuk anak .. jd nya serba takut .. sepertinya Halodoc mmg wajib terpasang di hp sy buat jaga” .. smoga anak” kita slalu sehat dan terjaga dari hal “ yg tdk diinginkan ..

    1. rina says:

      Hai Tary, ah terima kasih sudah bacaa. Iya, ayo pasang aplikasinya biar kalau keadaan darurat bisa langsung nanya nanya ke dokternya. Amiiien, semoga anak anak kita selalu sehat ya mom. 🙂

  3. Dian Indah S. says:

    Naah..ini..nih yg penting didownload di hp.. buat jaga2, disaat butuh jawaban seputar kesehatan kapanpun dimanapun..ga hrs bikin janji ke klinik atau rumah sakit buat ketemu dokter. Makasih Ina infonya.. semoga kita selalu diberi kesehatan ya sama Allah SWT. Aamiiin..

    1. rina says:

      iyaa bener banget, ga usah antri karena bisa konsultasi ke dokter 24 jam. Amin semoga kita sehat selalu ya mommy. Mamacih udah sharing juga ^^

  4. ayiebudi says:

    Dear Inaa…

    Makasi yaa share-nya, biarpun anak2ku udah pada gede, tapi aplikasi Halodoc ini sepertinya perlu aku donlot dehh… karena terus terang aja.. masih suka panik klo anak2 ngeluh sakit

    Semoga anak anak kita selau sehat yaaa

    1. rina says:

      Hai mami Ayiie. Iya, Halodoc ini bisa buat dewasa dan kita juga nih. Misal kita perlu dokter mata, internis, dokter gigi dan banyak dokter lainnya. Jadi sebelum berkunjung dan antri ke dokter di RS. KIta bisa konsultasi dulu via Halodoc ini. Biar mami Ayie ga khawatir dan bingung. Atau ga mesti ribet cari informasi di internet. Langsung bertanya sama ahlinya. Makasi ya mami Ayie komentarnyaaa 😀

  5. Dessy says:

    Good sharing inaaa..wajib donlot ini aplikasi keren,gw ibu 3anak yg sering sakitnya gantian kadang suka males bolak balik dokter cuma buat resep obat yg sama..dgn aplikasi halodoc ini mempermudah tugas gw sebagai ibu. Thx ya ina buat berbagi infonya…dan smoga kita smua selalu sehat dan dlm lindungan allah swt.amiiin

    1. rina says:

      Yeay, thank you dessy. wah 3 anak emang mesti extra effort apalagi kalau sakitnya barengan ya. Biasanya kalau sakit flu bisa pada ketularan. Semoga Halodoc ini bisa membantu Dessy biar ga panik, karena bisa di akses dari mana saja selama 24 jam nonstop. Amiin, semoga kita selalu sehat ya des. 🙂

  6. Marcella says:

    Ini aplikasi yang penting banget ada di hp tiap orang tua..terlebih orang tua muda yang masih belum punya banyak pengalaman dalam hal mengurus anak..
    Nice article ina..

    1. rina says:

      Hai Ella, iya bener banget aplikasi ini wajib di miliki di setiap smartphone emak emak zaman now. hihihi! makasi Ella 🙂

  7. Vhe says:

    Inovatif & bermanfaat nih
    YuNowMisoweL emak macem saya, ini sih penting , Jadi bisa konsultasi dulu daripada buru-buru ke dokter antri panjang dan kena macett..aplikasi halodoc
    bisa konsul langsung dengan dokter via tlf /vc,jasa beli-antar obat dari apotek dan referensi rs terdekat..waaah sgalanya jd lebih mudah,thanx for share ina..
    Saya berharap dan berdoa anak2 sehat selalu.. amiin

    1. rina says:

      Hai Mommy Vhe, iyaaa sama banget mikirnya, sekarang klo ada yang lebih mudah kenapa mesti khawatir. semua fasilitas bisa kita dapetin lewat aplikasi halodoc ini. Ga perlu antri panjang untuk bisa konsultasi dengan dokter. Sampai kita bisa dapet informasi akurat, baru deh jika memerlukan penanganan lebih lanjut, kita bisa daftar ke RS. Terima kasih ya sharingnya mommy Vhe ^^ Amien doanya, semoga kita dan keluarga selalu sehat.

  8. Toti says:

    What a nice share ina..
    Yuuup aplikasi yg hrs d pasang ni d hp.. apa lg aq sm anak2 termasuk team yg bisa tiba2 pergi kmn tanpa rencana.. kdang tiba2 kondisi anak2 drop stlh kecapean perjalanan jauh.. mdh2an pake aplikasi halodoc ini bs terbantu yah saat kt butuh solusi pas jauh dr apotik atau dktr nya anak2.. salam sehat sll

    1. rina says:

      Wah makasi Totiii. Iya cocok banget buat yang suka pergi pergi juga. Cuaca lagi ga enak juga kan skr. Kalo punya aplikasi Halodoc udah bikin kita tenang kalau lagi bepergian ke luar kota. Kaya P3K yang bisa di bawa kemana aja. Salam sehat juga Totii. 🙂

  9. Tiwi says:

    Alhamdulillah udah ada Halodoc yaa..aplikasi jaman now buat emak2 jaman now kalo lagi panik anak2 timbul gejala2 mau sakit, ga galau lagi harus hub kesiapa atau harus minum obat apa…wajib kudu patut punya nih di hp aku biar selalu siap siaga buat anak anak bahkan bapaknya pun …
    Tengkiuhh mba ina info yg bermanfaat ini.
    Semoga anak2 dan kluarga kita selalu dilindungin dan diberi kesehatan..Aamiin

    1. rina says:

      Hai mommy Tiwi, iyaaa. Halodoc ini pokoknya wajib banget buat ibu ibu jaman now. Dokternya juga ada yang untuk orang dewasa kok mom, jadi cocok dan pas buat keluarga. Sama sama yaaaa. Amien semoga keluarga kita selalu sehat yaa.

  10. Ranty amelia rahayu says:

    Haiiii momina..
    Maacih yaa info nya n share nya..penting banget nih..dengan aplikasi halodoc serasa punya dokter pribadi yaa..☺️☺️☺️

    1. rina says:

      Haiii Tiie, iyaa banget. Berasa punya dokter pribadi yg ready setiap saat yah. Yuk, langsung install aplikasinya ya mommy ^^

  11. Indriani says:

    Haiii Mommy Inaaa…
    Share dan infonya bermanfaat sekaliii…makasii Naa..Aplikasi Halodoc perlu nii buat kita yg pastinya perlu bangeet informasi mengenai kesehatan kapanpun sama orang2 yg memang kompeten lagii…keren2
    Semoga kita dan keluarga selalu diberikan kesehatan yaaa…Amiiin…

  12. rina says:

    Iyaaa mbak, bener bgt. Penting bgt buat punya aplikasi ini. Ga perlu ragu juga, karena informasi d dapat dr ahlinya. Dokter yang siap sedia 24 jam untuk kita. Amien makasi mbak doanyaaa ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *