“Ibu Bersinar Sunlight” Saatnya Wujudkan Impian

Hai Bloggers,

Ketemu lagi nih, sekarang Sunlight mengundang The Urban Mama ke acara serunya #TUMBloggersMeetUp, yaitu “Ibu Bersinar Sunlight” Acara tersebut diadakan pada hari Selasa tanggal 19 September 2017 di Aston Kuningan Suites, Jakarta. Bakal tambah ilmu lagi ni pikir saya. Yeay! Ga sabar jadinya.

Setelah saya melakukan registrasi, peserta di persilahkan masuk dan acara pertama dibuka dengan menyantap makan siang yang telah panitia sediakan. Setelah selesai makan saya langsung menuju photo booth di bagian pojok ruangan, sudah siap dengan dresscode yang dipakai bernuansa hijau jadi matching ni ama background dan produk Sunlightnya. Hihihi!

Photo Booth Sunlight

Pas lagi menikmati makan siang, di salah satu sisi di pajang beberapa produk dari Sunlight, wah ada yang baru nih. Warnanya ada yang agak bening ga hijau lagi. Saya sempat memegang dan membacanya, Sunlight Extra Nature, daya 100 jeruk nipis, garam mineral dan white tea. Produk Sunlight baru tersebut mampu membersihkan lemak bandel bahkan sisa pestisida dan aman untuk mencuci buah san sayur. Waaah makin kece ni sunlight!

Produk Sunlight

Setelah sesi makan siang selesai, acara dibuka oleh MC. Acara Sunlight kali ini mengangkat tema “Ibu Bersiar Sunlight” , menginspirasi perempuan Indonesia untuk gunakan waktu luang dan wujudkan impian terpendamnya. Survei membuktikan bahwa 7 dari 10 wanita akui kesibukan sehari hari yang menyita waktu bisa jadi hambatan untuk mengejar mimpi terpendamnya.

Hasil survei yang dilakukan oleh Sunlight tersebut mengungkapkan fakta bahwa perempuan Indonesia adalah sosok yang ingin maju (progress-seeker), yang masih memiliki keinginan kuat untuk mewujudkan impian mereka. Namun kesibukan dan kurangnya waktu luang bisa menjadi penghalang untuk mewujudkannya. Sebagai sabun cuci piring terkemuka di Indonesia, Sunlight meluncurkan kampanye “Ibu Bersinar Sunlight” yang menginspirasi perempuan Indonesia untuk gunakan waktu untuk wujudkan mimpi dan potensi yang di miliki.

Acara “Ibu Bersinar Sunlight”

 

Ruangan Acara “Ibu Bersinar Sunlight”

Nah, pernah ga sih punya pengalaman, mmmmh misalnya liat temen yang bekerja dari pagi sampai malem tapi kok dia masih bisa bikin sesuatu atau bisa melakukan hal yang menjadi hobinya padahal waktunya menurut kalian ga mungkin sempet deh.

Atau ibu rumah tangga yang bangun dari subuh masak, anter jemput anak sekolah, beres beres rumah dan kerjaan rumah lainnya seperti mencuci piring, cuci baju, jemur, setrika, eh tapi kok dia masih bisa melakukan kegiatan positif seperti bikin kue atau membuat tas yang lucu lucu?

“Kok bisa ya?”

“Kok sempet ya?”

“Anaknya gimana?”

“Istirahatnya kapan?”

“Belajarnya kapan?”

Nah mungkin itu dari beberapa pertanyaan yang sempet terlintas di pikiran kita. Daripada mikirin gitu terus, atau maen gadget terus mending kita mulai yuk meraih mimpi kita. “Now it’s time to put your passion to action“.

Narasumber Acara “Ibu Bersinar Sunlight”

Wah, Kalimat itu menohok sekali yah, Veronika Utami, Head of House Hold Care PT Unilever Indonesia Tbk, mengatakan “Perempuan Indonesia dihadapkan dengan berbagai kesibukan yang menyita waktu, survei menunjukkan 60% diantaranya terus berusaha mewujudkan mimpinya bahkan ketika mereka sudah berkeluarga dan bekerja. Melalui Ibu Bersinar Sunlight, kami mengajak perempuan Indonesia untuk meluangkan waktu dan berkomitmen #SayaSempat untuk wujudkan impiannya. Dengan keunggulan mencuci 5x lebih cepat, Sunlight memberikan ekstra waktu setiap hari yang jika di manfaatkan dengan baik bisa membantu perempuan Indonesia wujudkan impiannya”

Jadi Sunlight dengan penelitian “Pockets of Potential : How micro-learning during pockets of time can lead to new skills and  opportunities” mengungkap bahwa setiap orang dapat mewujudkan impian atau passion yang mereka miliki dengan menyediakan waktu paling tidak 15 menit setiap harinya dengan mempelajari dan mengulangi keterampilan yang sama.

Narasumber kita yang kedua yaitu Ratih Ibrahim, Psikolog anak dan keluarga mengatakan bahwa perempuan yang menjalankan passionnya bisa membawa banyak dampak positif bagi dirinya dan juga orang orang di sekitarnya. “Self actualization atau aktualisasi diri dibutuhkan oleh para perempuan untuk mendukung peran mereka dalam keluarga maupun masyarakat, Orang yang telah mencapai aktualisasi diri mampu membangun dan menjaga relasi lebih baik dan memiliki empati yang lebih besar”

Kampanye Ibu Bersinar Sunlight memiliki program-program yang menyasar kepada tiga pilar utama yaitu; konsumen, komunitas, dan ibu pemilik warung (retailer). Bagi konsumen Sunlight mengadakan kelas ibu bersinar seputar fashion bersama Ria Miranda dan memasak bersama Rinrin Marinka dan edukasi memulai bisnis sesuai bidang tersebut di Jakarta pada bulan November 2017. Bagi ibu pemilik warung, Sunlight menjalankan “Warung Ibu Bersinar” untuk mentransformasi keterampilan usaha pemilik warung dan melalui kerja sama dengan Dulux Catylac melakukan pengecatan ulang warung oleh Dulux Catylac serta penataan ulang warung agar lebih menarik.

Bintang tamu yang saya tunggu tunggu akhirnya datang juga, Ria Miranda yang berprofesi sebagai Fashion Designer dan Rinrin Marinka sebagai Chef . Mereka adalah dua mentor yang berpartisipasi dalam kelas “Ibu Bersinar Sunlight” dan menyambut positif kegiatan dari Sunlight ini. Ria Miranda mengungkapkan bahwa “Sebagai seorang istri dan ibu memang tidak mudah awalnya untuk memiliki waktu luang untuk menjalankan passion saya sebagai fashion designer. Semoga keterlibatan saya dapat menginspirasi lebih banyak ibu di Indonesia untuk tidak takut mengejar mimpinya walau sudah bekeluarga dan bekerja sekalipun.”

“Dengan melihat potensi dan kreatifitas yang tinggi dari perempuan Indonesia di bidang kuliner dan memasak, saya berharap dapat membantu mereka selangkah lebih dekat dari impian yang dimiliki,” tambah Rinrin.

“Write your unfulfilled Passion”

Nah biasanya kendala yang perempuan hadapi yaitu

  • Ibu yang bekerja di rumah kerap kali melupakan kepentingan dirinya sendiri
  • Mengutamakan kepentingan lain, seperti pekerjaan rumah tangga
  • Cenderung jarang memiliki waktu luang

Sehingga wanita Indonesia seringkali harus mengesampingkan impian atau passion yang mereka miliki.

“Less Time Washing, More Time On Life” 

Sunlight terbukti memiliki kekuatan 5 kali lebih cepat sehingga para wanita dapat memiliki ekstra waktu luang untuk dirinya dan mengejar impian terpendam yang mereka miliki.

Hirarki Kebutuhan (Maslow)

  • Aktualisasi Diri
  • Kebutuhan akan harga diri
  • Kebutuhan akan cinta dan rasa dimiliki
  • Kebutuhan akan rasa aman
  • Kebutuhan fisiologis (makanan, minuman, tempat tinggal)

Aktualisasi Diri terjadi saat seseorang mampu memanfaatkan potensi dirinya secara optimal dengan tetap menyadari keterbatasannya. Ability to self-assess in realistic and positive way.

Secara umum, orang yang telah mencapai aktualisasi diri yaitu:

  • Menerima dirinya dan orang lain.
  • Mampu membangun dan menjaga relasi yang dalam dan berarti.
  • Memiliki tujuan dan melakukan suatu hal secara teratur untuk mencapainya
  • Mengalami momen-momen kebahagiaan yang dalam dan berarti.
  • Mampu  menunjukkan empati dan belas kasihan pada orang lain.
  • Mampu mengapresiasi segala kebaikan dalam hidup.

Jadi, penelitian Sunlight, “Pockets of Potential : How micro-learning during pockets of time can lead to new skills and  opportunities,” membuktikan bahwa wanita dapat mewujudkan impian atau passion yang mereka miliki dengan teknik micro-learning atau mempelajari keterampilan baru dengan waktu yang singkat seperti 15 menit namun dengan frekuensi yang tinggi atau sering.

Nah, sekarang jangan pernah berpikir ga sempat atau sibuk atau ga ada waktu lagi yah. Ayo wanita indonesia kejar dan raih semua passion, mimpimu! Kita semua bisa jadi #IbuBersinar .

Kartu #SayaSempat

Thank You so much for Sunlight dan The Urban Mama ^^

 

 

Thank you for this gift Sunlight

 

 

One Comment Add yours

  1. So… inspiring.
    Baru tahu tentang teknik micro-learning atau mempelajari keterampilan baru dengan waktu yang singkat, seperti 15 menit namun dengan frekuensi yang tinggi atau sering.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *